Senin, 06 Februari 2017

PBM MELALUI BLOG GURU

Bahan ajar adalah merupakan seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta lingkungan/suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar. Bahan ajar berkualitas tinggi dapat berkontribusi secara substansial terhadap kualitas ...

pengalaman belajar siswa dan outcome siswa (Horsley, Knight, & Huntly. 2010). Senada dengan pernyataan di atas, Warpala (2011) menyatakan bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.

Berdasarkan media yang digunakan, bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu: 1) bahan ajar audio seperti manusia, rekaman suara, radio; 2) bahan ajar cetak seperti buku, koran, majalah, poster; 3) bahan ajar visual seperti poster, foto, gambar; 4) bahan ajar audio-visual seperti film, video; 5) bahan ajar berbasis komputer seperti bahan ajar berbasis komputer, computer assisted instruction.

Istilah blog adalah campuran dari istilah web dan log, yang mengarah ke web log, weblog, dan akhirnya blog. Authoring blog, memelihara sebuah blog atau menambahkan artikel ke blog yang ada disebut blogging. Artikel individu pada sebuah blog disebut "posting blog," "posting" atau "masukan". Seseorang yang posting entri-entri ini disebut blogger (Huette, 2006). Scot dalam (Zake, 2010) memberikan pengertian tentang sebuah blog adalah situs di mana entri yang ditulis dan ditampilkan dalam urutan kronologis terbalik. Blog diperkenalkan pada pertengahan tahun 1990an (Farmer, Yue, & Brooks dalam Zake, 2010) dan mudah digunakan karena pengguna tidak perlu pengetahuan teknis canggih untuk menciptakan atau mempertahankan mereka (Bartlett-Bragg dalam Zake, 2010). Isi blog umumnya dibaca publik, mengirim komentar, berinteraksi asynchronous terbatas. Penelitian telah menunjukkan bahwa, antara lain, orang di masyarakat termotivasi untuk menulis blog untuk mengekspresikan diri dan karena blog merupakan wadah untuk mencurahkanpikiran dan perasaan dan cara berpikir dengan menulis (Nardi et al.) (dalam Zagal& Bruckman, 2011).

Menurut Pahl & Holohan (2009) konten belajar perlu untuk memenuhi harapan dan persyaratan dari peserta didik. Sangat penting melakukan penyesuaian konten untuk individu dan kelompok peserta didik sebelum konten yang disajikan kepada pengguna.Sebelum memulai kelas dengan menggunakan media blogging, Huette
(2006) mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
  1. Mulai blog Anda sendiri pada setiap topik yang Anda pilih dan update secara teratur.
  2. Memulai sebuah blog kelas dengan pengumuman sederhana, tugas pekerjaan rumah, dan eksternal link.
  3. Rekomendasikan siswa untuk membaca blog lain yang terkait. Mulailah dengan menyediakan daftar terkait subjek dan meninjau kegiatan siswa.
  4. Sarankan siswa untuk menanggapi posting di blog yang sudah dikembangkan.
  5. Tugaskan siswa membuat dan memelihara sebuah blog kelompok.
  6. Tugaskan setiap siswa untuk memulai dan mempertahankan blog mereka sendiri pada subjek minat mereka yang berhubungan dengan kelas.
Huette (2006) juga memaparkan keuntungan dari penggunaan blog di ruang kelas antara lain: 
1) dapat mempromosikan berpikir kritis dan analitis, 
2) dapat men-dorong Kreatif, berpikir intuitif dan asosiasional, 
3) dapat Mendorong berpikir analogis, 
4) potensi peningkatan akses dan paparan untuk informasi berkualitas, dan 
5) kombinasi interaksi soliter dan sosial.

Semakin sadarnya orang akan pentingnya media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan. Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan ini mengalami kemajuan pesat. Dari beragamnya kemampuan indiviual yang menyerap informasi, penyedia informasi dituntun untuk mampu menyediakan layanan yang bervariatif dan secara luas.
Selain itu, dengan semakin meluasnya kemajuan di bidang komunikasi danteknologi, serta ditemukannya dinamika proses belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas pula. 

Dari paparan diatas, Ikatan Guru Indonesia menegaskan bahwa IT saat ini bukan lagi milik mereka yang ahli dalam teknologi informasi, tapi IT juga haruslah dikuasai oleh mereka yang aktif di dunia pendidikan, terlebih para guru. Kita meyakini bahwa perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. 

0 komentar:

Posting Komentar