Bahan ajar adalah merupakan
seperangkat materi yang disusun secara sistematis sehingga tercipta
lingkungan/suasana yang memungkinkan peserta didik untuk belajar. Bahan ajar
berkualitas tinggi dapat berkontribusi secara substansial terhadap kualitas ...
pengalaman belajar siswa dan outcome siswa (Horsley, Knight, & Huntly. 2010). Senada dengan pernyataan di atas, Warpala (2011) menyatakan bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
pengalaman belajar siswa dan outcome siswa (Horsley, Knight, & Huntly. 2010). Senada dengan pernyataan di atas, Warpala (2011) menyatakan bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis.
Berdasarkan media yang digunakan,
bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi lima kategori, yaitu: 1) bahan
ajar audio seperti manusia, rekaman suara, radio; 2) bahan ajar cetak seperti
buku, koran, majalah, poster; 3) bahan ajar visual seperti poster, foto, gambar;
4) bahan ajar audio-visual seperti film, video; 5) bahan ajar berbasis komputer
seperti bahan ajar berbasis komputer, computer assisted instruction.
Istilah blog adalah campuran dari
istilah web dan log, yang mengarah ke web log, weblog, dan akhirnya blog.
Authoring blog, memelihara sebuah blog atau menambahkan artikel ke blog yang
ada disebut blogging. Artikel individu pada sebuah blog disebut "posting
blog," "posting" atau "masukan". Seseorang yang posting entri-entri ini disebut
blogger (Huette, 2006). Scot dalam (Zake, 2010) memberikan
pengertian tentang sebuah blog adalah situs di mana entri yang
ditulis dan ditampilkan dalam urutan kronologis terbalik. Blog diperkenalkan pada
pertengahan tahun 1990an (Farmer, Yue, & Brooks dalam Zake, 2010) dan mudah
digunakan karena pengguna tidak perlu pengetahuan teknis canggih untuk
menciptakan atau mempertahankan mereka (Bartlett-Bragg dalam Zake, 2010). Isi
blog umumnya dibaca publik, mengirim komentar, berinteraksi asynchronous
terbatas. Penelitian telah menunjukkan bahwa, antara lain, orang di
masyarakat termotivasi untuk menulis blog untuk mengekspresikan diri dan karena blog
merupakan wadah untuk mencurahkanpikiran dan perasaan dan cara berpikir dengan
menulis (Nardi et al.) (dalam Zagal& Bruckman, 2011).
Menurut Pahl & Holohan (2009)
konten belajar perlu untuk memenuhi harapan dan persyaratan dari peserta
didik. Sangat penting melakukan penyesuaian konten untuk individu dan
kelompok peserta didik sebelum konten yang disajikan kepada pengguna.Sebelum
memulai kelas dengan menggunakan media blogging, Huette
(2006) mengatakan bahwa ada beberapa
hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Mulai blog Anda sendiri pada setiap topik yang Anda pilih dan update secara teratur.
- Memulai sebuah blog kelas dengan pengumuman sederhana, tugas pekerjaan rumah, dan eksternal link.
- Rekomendasikan siswa untuk membaca blog lain yang terkait. Mulailah dengan menyediakan daftar terkait subjek dan meninjau kegiatan siswa.
- Sarankan siswa untuk menanggapi posting di blog yang sudah dikembangkan.
- Tugaskan siswa membuat dan memelihara sebuah blog kelompok.
- Tugaskan setiap siswa untuk memulai dan mempertahankan blog mereka sendiri pada subjek minat mereka yang berhubungan dengan kelas.
Huette (2006) juga memaparkan
keuntungan dari penggunaan blog di ruang kelas antara lain:
1) dapat
mempromosikan berpikir kritis dan analitis,
2) dapat men-dorong Kreatif, berpikir
intuitif dan asosiasional,
3) dapat Mendorong berpikir analogis,
4) potensi
peningkatan akses dan paparan untuk informasi berkualitas, dan
5) kombinasi
interaksi soliter dan sosial.
Semakin sadarnya orang akan pentingnya
media yang membantu pembelajaran sudah mulai dirasakan.
Pengelolaan alat bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Bahkan pertumbuhan
ini mengalami kemajuan pesat. Dari beragamnya kemampuan indiviual yang
menyerap informasi, penyedia informasi dituntun untuk mampu menyediakan
layanan yang bervariatif dan secara luas.
Selain itu, dengan semakin meluasnya
kemajuan di bidang komunikasi danteknologi, serta ditemukannya dinamika proses
belajar, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran
semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi secara luas
pula.
Dari paparan diatas, Ikatan Guru Indonesia menegaskan bahwa IT saat ini bukan lagi milik mereka yang ahli dalam teknologi informasi, tapi IT juga haruslah dikuasai oleh mereka yang aktif di dunia pendidikan, terlebih para guru. Kita meyakini bahwa perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran.







0 komentar:
Posting Komentar